Mengingat Allah

Bismillah,
Pengantar penerbit

Wadzkur Robbaka fii nafsika tadarru'anw wa khiifatanw wa duunal jahri minal qawli bilghuduwwi wal aashooli wa laa takumminal ghoofiliin
QS. Al-A'raf 7:205

Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.

Di dalam surat Al-A'raf ayat 205, Allah Subhanahu Wa Ta'alaa memerintahkan kita banyak berdzikir pada waktu pagi dan petang. Demikian pula setelah shalat fardhu, kita disyari'atkan untuk berdzikir.
QS. Al-Hasyr 59:19

Manfaat Do'a dan Dzikir
33. Pemberian dan karunia Allah yang dilimpahkan karena dzikir tidak pernah dilimpahkan-Nya karena amal lain. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rosulullah Sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa mengucapkan:

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syari kalah, lahul mulku walahulhamdu wahuwa 'alaa kulli syai-inqodir.

Tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, yang tidak ada Sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Sebanyak seratus kali dalam sehari, maka dia mendapat pahala seperti pahala membebaskan sepuluh budak, ditetapkan baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus keburukkan, dan hal itu menjadi perlindungan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari, dan tidak seorangpun yang membawa sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang dibawa orang itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak lagi.

Shahih: HR. Al-Bukhari (no.3293 dan 6403)- fat-hul Bari (VI/338, DI/201) dan Muslim (no.2691), Syarhil Muslim (XVII/16-17).

Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu 'anhu, dia berkata bahwasanya Rasulullah sholallahu 'alaihi WA Sallam bersabda: " Aku mengucapkan:

Subhanallaah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.

'Mahasuci Allah, segala puji milik-Nya, tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah dan Allah Mahabesar,' ini lebih kusukai daripada terbitnya matahari (yakni lebih kusukai daripada dunia dan seisinya).

Shahih: HR. Muslim (no.2695(32)) serta At-Tirmidzi (no. 3597).

Dari Tsauban, bahwa Rasulullah Sholallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda: "Barang siapa yang pada pagi dan sore hari mengucapkan:
Rodhiitubillaahi Robbaa wabiilislaami dii naa wabimuhammadin shollallahu 'alaihi Wa sallama nabiyyaa.

'Aku ridha (rela) Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad   shollallaahu 'alaihi WA Sallam sebagai Nabiku,' maka Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa pasti meridhai nya.

Hasan: HR. At-Tirmidzi (no.3389) dan lainnya. Sanadnya hasan. Lihat Shahih al-Wabilish Shayyib (hlm.88).

Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barang siapa yang masuk pasar seraya mengucapkan:
Laailaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahulmulku walahulhamd, yuhyii wayumiit, wahuwa hayyu laa yamuut, biyadihilkhoir, wahuwa 'alaa kulli syai in qodir.

'Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada Sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian, Yang menghidupkan dan mematikan, Dia hidup dan tidak mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu, maka Allah menetapkan baginya sejuta kebaikan, menghapus sejuta kesalahan dan meninggikan sejuta derajatnya."

Hasan: HR. At-Tirmidzi (no.3428), Ibnu Majah (no.2235), Ahmad (1/47), dan lainnya. Sanadnya hasan. Lihat Shahih al-Wabilish Shayyib (hlm. 250-256).

34. Terus-menerus berdzikir membuat hati seseorang tidak melalaikan Allah. Siapa yang melalaikan Allah akan lalai terhadap kemaslahatan dirinya sehingga dia pun binasa. Allah Subhaanahu Wa Ta'alaa berfirman:
Walaa takuu nuu kaalladziina nasrullah faansaahum anfusahum, Uulaaaika Humulfaasiquun.
QS. Al-Hasyr (59): 19

"Dan janganlah kamu seperti Orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."

11. Membuahkan ketundukan berupa kepasrahan diri kepada Allah dan niat kembali kepada-Nya. Selagi dia banyak bertaubat dengan menyebut asma-Nya, maka hatinya selalu ingat kepada Allah, sehingga Allah menjadi tempat mengadu serta tempat kembali baginya, juga sumber kebahagiaan dan kesenangannya, tempat bergantung pada saat senang ataupun ketika mendapat bencana atau musibah.
12. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu WA Ta'ala. Semakin banyak seseorang berdzikir maka semakin dekatlah ia kepada-Nya. Begitu pula sebaliknya.
14. Memupuk rasa takut kepada Allah dan menggugah hati untuk senantiasa memuliakan-Nya.
15. Membuat diri selalu diingat Allah Subhanahu Wa Ta'laa, sebagaimana firman-Nya:
Fadzkuruuniii Adz kurkum...
QS. Al-Baqarah 2:152
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riwayat Hidupku

Planing

Hutangku